Tampilkan postingan dengan label iseng-iseng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iseng-iseng. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Maret 2015

SAKIT ITU ADALAH KENIKMATAN

"Disekolah saya diajarkan sebuah pelajaran dan kemudian diberikan ujian, dalam kehidupan saya diberikan ujian yang mengajarkan saya sebuah pelajaran

"pesan untuk anakku jadikan semua yg Engkau lihat dan dengarkan sbg pelajaran agar dpt melangkah dengan baik menuju kehidupan yg diberkahi Allah"

Dalam banyak hal saya terbiasa membuat rencana dari berbagai tujuan hidup yang ingin dicapai. Namun tidak selamanya rencana yang dibuat berjalan mulus. Bahkan tidak jarang harapan yang diinginkan menjadi pupus sebelum bisa terwujud. Sebagai manusia, wajar jika kemudian saya bersedih karena apa yang saya inginkan belum atau tidak terpenuhi.
Namun kesedihan tidak sampai membuat saya terpuruk. Kekecewaan tidak membuat saya sampai larut dalam kesedihan mendalam. Saya meyakini sebuah prinsip yang saya kutip dari kitab suci Al Qur’an:
“Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:216)
Sebagai manusia, tugas kita adalah berusaha dan berdoa. Selebihnya biarlah Tuhan yang menentukan yang terbaik untuk kita. Kadang hawa nafsu menutup jalan pikiran dan hati kita sehingga menumbuhkan ketidaksukaan saat apa yang kita inginkan belum atau tidak menjadi kenyataan. Bahkan jika keimanan kita sedang dalam posisi di bawah (rendah), bisa jadi kekecewaan tersebut berujung  kepada penyalahan akan takdir Tuhan. Padahal yakinlah ada skenario Tuhan yang jauh lebih indah yang akan disiapkan untuk kita nantinya.
Ketika memegang prinsip ini, kekecewaan hanya bersifat sementara. Selebihnya berusaha ikhlas tentang apapun yang ditakdirkan Tuhan kepada kita. Sembari dengan terus tetap berusaha dan berdoa agar selalu diberikan bimbingan Tuhan dalam mencapai segala cita yang diinginkan, dan diberikan keikhlasan hati jika harapan tersebut mungkin belum terwujud atau bahkan mungkin tidak terwujud sekalipun. Karena pasti di dalamnya ada hikmah yang luar biasa yang ingin Alloh SWT berikan kepada kita makhluk-Nya yang lemah ini.
Saya tetap bersyukur ketika dulu Allah “memberikan saya sebuah kenikmatan berupa kesehatan (klik--»» http://youtu.be/tuARezmhBh ««-- yg ketika itu saya semakin dekat dengan Nya "Allah SWT" dan dengan kenikmatan itu ujian juga diberikan kepada keluarga yg bagi saya buruk untuk anak-anak saya kedepan, tp smoga saja itu hanya kekhawatiran saya sebagai seorang ayah. Karena insya Allah Yg Maha Kuasa menjadikannya lebih baik bagi icaticiticut (tetap berusaha dan berdoa) 
Takdir Allah memang penuh rahasia dan tak terduga. Semua indah pada waktunya. Dan kita patut selalu bersyukur karenanya*

Rabu, 11 Februari 2015

Ayeme Ati Ora Soko Akehe, Nanging Soko Barokahe

Sugeng injang...

Rejeki iku ora biso ditiru, senajan podho lakumu, senajan podho dodolanmu, senajan podho kerjananmu, hasil sing ditompo bakalan berdo, iso bedo ning akehe bondho, biso ugo ono ning Rosso lan ayeme ati yo iku sing jenenge bahagia. Kabeh iku seko tresnane Gusti Kang Maha Kuwoso, Sopo temen bakal mulyo. Dudu akehe kang dadi ukurane ananging berkahe sing gawe cukup lan ngikutin sekabehane.

Wis ginaris nyoto ning takdir menungso yen opo sing urip kwi wes disangoni soko sing Kuwoso, dalan urip lan pangane wes cemepak cedak koyo angin sing diserot mbendinane, nanging kadang menungso sulap motone lan peteng atine, sing adoh sko awake katon padang cemlorot ngawe-ngawe nanging sing cerak ning ngarepe ugo dadi tanggung jawabe di sio-sio koyo ura nduwe guno.

Rejeki iku wes cemepak sko Gusti ora bakal kurang anane kanggo nyukupi butuhe manungso saka lair tekane pati, nanging yen nganggo nuruti karep menungso sing ora ono watese, rasane kabeh cupet, ning pikirane ruwet, lan atine marai bundet.

Welinge wong tua ndisek opo sing ono lakonono lan opo sing durung ono ojo di arep-arep yen wes tekan wancine bakal ono, semelehke atimu ademke pikiranmu yen wes dadi duwekmu mbesok bakal tinemu.

Lan yen dudu jatahmu opo maneh kok rebut soko wong liyo nganggo coro sing olo, yo titeni wae iku kabeh mung bakal gawe uripmu loro rekoso lan angkoro murko sak jeroning kaluwargo, kabeh iku bakal sirno balik dadi sakmestine ning takdire Gusti Kang Maha Kuwoso.


Yen umpomo ayem iku mung biso di tuku karo sopo sing nduweni akehe bondho, ndhano rekoso lan melase
dadi wong ora nduwe, untunge ayem tentrem wiluyeng iku sopo wonge sing gelem ngleremke atine ing bab kadonyan, gelem ngerem kencenge kekarepan, seneng tetulung marang liyan lan pasrahke uripe marang Pangeran.

Sugeng makaryo...
Suwun.

Minggu, 01 Februari 2015

Saat itu Engkau belum sempat mengajariku

icaticiticut-- Ketika Engkau membuatku bahagia, senang, ceria, tertawa bersama... Saat itu Engkau belum sempat mengajariku cara bersedih, melamun, merenung, menangis bersama...

Tahukah engkau Nak, bahwa ayah saat ini berada di titik terendah dalam hidup ayah. Yaitu ketika jauh darimu. Hanya doa yg dapat ayah panjatkan kepada Allah SWT, Dimanapun kapanpun engkau slalu dalam lindungan-Nya.
Ayah sangat berdosa kepadamu, terlebih kepada yang memberi amanah yaitu Allah SWT. Kelak ayah yakin kalian akan ingat dimana kita tertawa gembira bersama.

Sabtu, 18 Januari 2014

Exist -

Iklasnya hati sering kali disalah arti
Tulusnya cinta tidak pernah engkau hargai
Berlalu pergi dengan kelukaan ini
Ku mengalah ku bersalah
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Berpaling muka bila saling bertatap mata
Seolah kita tiada pernah saling menyinta
Mencari sebab serta mencari alasan
Supaya tercapai hasratmu
manis di bibir memutar kata
malah kau tuduh akulah segala penyebabnya
siapa terlena pastinya terpana
bujuknya rayunya suaranya
yang meminta simpati dan harapan
engkau pasti tersenyum
dengan pengunduran diriku
tetapi bagi diriku suatu ketenangan
andainya kita terus bersama
belum tentu kita bahagia
selama tidak kau rubah cara hidupmu
Ada baiknya bila tidak lagi bersama
Terasa jauh kini ku kini dengan dosa
Aku tinggalkan walau tanpa kerelaan
Yang nyata kau tidak mengubah

Minggu, 14 Juli 2013

" Aku Seorang Ayah "

Ku pegang tanganmu yang mulai kasar
Ku tatap wajahmu yang kian lusuh akan pengorbananmu
Ku rangkul bahumu yang terlihat bungkuk demi kami
Ku papah kau sampai ke pembaringan

Ayah…
Kau selalu bercerita tentang kehidupan
Hingga ku dapat belajar dari ceritamu
Kau selalu bercerita tentang perjuangan
Hingga ku menjadi semangat kala mengingat perjuanganmu

Ayah…
Sering kau bisikan kata sayang ketika ku lelah akan hariku
Sering kau memberiku inspirasi dalam meraih cita-cita
Hingga ku tak pupus untuk berlari mengejar cita-cita dan harapan
Karena kehidupanmu memberikan arti yang berharga untukku

Ayah…
Sempat ku pegang erat tanganmu ketika kau ketakutan
Sempat ku tatap matamu yang penuh dengan air mata
Sempat ku usap kakimu yang terlihat lelah akan langkah kehidupan
Sempat ku menangis ketika kau kesakitan

Ayah…
Saat ini ku menunggumu untuk tersenyum tanpa beban
Ku menunggumu dibalik ruangan yang hening
Ku hadir untuk memberimu semangat dalam melawan rasa sakit
Meski aku tak mampu untuk menjadi penyemangatmu

Ayah…
Jangan pernah kau ucapakan kalimat “tak ingin membebani kami”
Sejatinya kalimat itu dapat membunuh jiwa ini
Jiwa yang perlahan akan rapuh jika tanpamu
Kau pasti kuat dalam ujian-Nya dengan selamat
Iringan do’a dalam munajatku selalu hadir untukmu “Ayah”

Ayah…
Tanpa nafasmu
Tanpa senyumanmu
Bahkan tanpa canda dan tawamu
Kami hanyalah pecundang dalam kehidupan
Karena kau yang selalu mengajari akan keberanian

Ayah…
Kau pasti kuat dalam ujian-Nya dengan selamat
Allah akan selalu memelukmu disetiap ketabahan
Allah senantiasa bersamamu disetiap naungan kehidupan
Tetaplah bersemangat , tersenyumlah dalam ikhlas....


do'a-- izzat & izzah

Rabu, 10 Juli 2013

KAPAN anak DIMARAHINYA

JANGAN MEMARAHI ANAK

1.JANGAN MEMARAHI ANAK KETIKA DIA MAKAN...
krn dia akan tumbuh dalam dendam

2.JANGAN MARAHI ANAK KETIKA DIA MAU TIDUR...
krn akan masuk dalam mimpinya


3.JANGAN MARAHI ANAK KETIKA BARU BANGUN TIDUR...
krn kehidupannya hari itu tidak akan berberkah


4.JANGAN MARAHI ANAK KETIKA DIA BARU DATANG / MASUK RUMAH...
krn dia akan menyesal masuk ke dalam rumah


5.JANGAN MMARAHI ANAK KETIKA MAU KELUAR RUMAH...
krn bisa jadi enggan kembali...


--------------JADI KAPAN DIMARAHINYA--------------
tidak usah dimarahi-------JAWABNYA

Minggu, 30 Juni 2013

Aku Bertemu Dengannya Di Masjid Siang Itu

Siang itu,, slesai sholat di masjid daerah tengah kota surabaya lepas dzuhur.. seorang prempuan jg istirahat, tersenyum dan duduk sendiri, ku ucapkan salam, sambil menyapa dan sampai pula pada pertanyaan.... “mbak sudah menikah?”. “sudah”, jawabnya. Kemudian saya bertanya lagi..

“Mbak menunggu siapa?”......  “nunggu suami” jawabnya. Aku melihat kesamping kirinya, sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya-tanya, dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir. Akhirnya kuberanikan juga untuk bertanya

“Mbak kerja di mana?”, entahlah keyakinan apa yang meyakiniku bahwa mbak ini seorang pekerja, padahal setahu ku, yg sudah nikah seperti ini kebanyakan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga.

“Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi” , jawabnya dengan wajah yang aneh menurutku, wajah yang bersinar dengan ketulusan hati.

“Kenapa?” tanyaku lagi.
Dia hanya tersenyum dan menjawab “karena ini salah satu cara yang bisa membuat saya lebih hormat pada suami” jawabnya tegas.
Aku berfikir sejenak, apa hubungannya? Heran... saya sedih tapi senyumnya masih tersisa
dhek, boleh saya cerita sedikit? Dan saya berharap ini bisa membuat... saya lebih lega..

“Saya bekerja di kantor, mungkin tak perlu saya sebutkan nama kantornya. Gaji saya 7juta/bulan. Suami saya bekerja sebagai OB di sebuah bank. Kami menikah sudah 3taon, dan kemarinlah untuk pertama kalinya saya menangis karena merasa durhaka padanya.

Waktu itu jam 7 malam, suami baru menjemput saya dari kantor, hari itu lembur, biasanya sore jam 3 sudah pulang. Saya capek sekali dhek. Saat itu juga suami masuk angin dan kepalanya pusing. Dan parahnya saya juga lagi pusing . Suami minta diambilkan air minum, tapi saya malah berkata, “ayah, saya pusing , ambil sendiri ya”.

Pusing membuat saya tertidur hingga lupa sholat isya. Jam 23.30 saya terbangun dan cepat-cepat sholat, Alhamdulillah pusing pun telah hilang. Beranjak dari sajadah, saya melihat suami saya tidur dengan pulasnya. Menuju ke dapur, saya liat semua piring sudah bersih tercuci. Siapa lagi yang bukan mencucinya kalo bukan suami saya? Terlihat lagi semua baju kotor telah di cuci. Astagfirullah, kenapa ayah mengerjakan semua ini? Bukankah ayah juga pusing tadi malam? Saya segera masuk lagi ke kamar, berharap ayah sadar dan mau menjelaskannya, tapi rasanya abi terlalu lelah, hingga tak sadar juga. Rasa iba mulai memenuhi jiwa saya, saya pegang wajah suami saya itu, ya Allah panas sekali pipinya, keningnya, Masya Allah, abi demam, tinggi sekali panasnya. Saya teringat atas perkataan terakhir saya pada suami tadi. Hanya disuruh mengambilkan air minum saja, saya membantahnya. Air mata ini menetes, betapa selama ini saya terlalu sibuk di luar rumah, tidak memperhatikan suami saya.”

Subhanallah, aku melihat mbak ini cerita dengan semangatnya, membuat hati ini merinding. Dan kulihat juga ada tetesan air mata yang di usapnya.

“adhek tahu berapa gaji suami saya? Sangat berbeda jauh dengan gaji saya. Sekitar 800rb-1jt / bulan. 7x lipat dari gaji saya. Dan malam itu saya benar-benar merasa durhaka pada suami saya. Dengan gaji yang saya miliki, saya merasa tak perlu meminta nafkah pada suami, meskipun suami selalu memenuhi kebutuhan hidup kami meski di hemat, dan setiap kali membeli sesuatu, suami berkata ini rezeki dari Allah. Dihemat. Buat keperluan kita, mudah-mudahanberkah, begitu katanya. Kenapa baru sekarang saya merasakan dalamnya kata-kata itu. Betapa harta ini membuat saya sombong pada sebagian kecil yang diberikan suami saya”, lanjutnya

“Alhamdulillah saya sekarang memutuskan untuk berhenti bekerja, mudah-mudahan dengan jalan ini, saya lebih bisa menghargai yang diberikan suami. Wanita itu begitu susah menjaga harta, dan karena harta juga wanita sering lupa kodratnya, dan gampang menyepelekan suami.” Lanjutnya lagi, tak memberikan kesempatan bagiku untuk berbicara...

“Beberapa hari yang lalu, saya berkunjung ke rumah orang tua, dan menceritakan niat saya ini. Saya sedih dhek,,, karena orang tua, dan saudara-saudara saya tidak ada yang mendukung niat saya untuk berhenti berkerja. Malah mereka membanding-bandingkan pekerjaan suami saya dengan orang lain.”

Aku masih terdiam, bisu, mendengar keluh kesahnya. Subhanallah, apa ada wanita yg saya kenal bisa seperti dia? meski ibuku ikhlas..Menerima sosok suami seperti ayahku yg apa adanya, tp tidak seperti...dia

“Nak, kamu itu harus memikirkan masa depan. kalian kerja juga untuk keluarga. Biaya hidup sekarang ini besar. Begitu banyak orang yang butuh pekerjaan. Nah kamu malah pengen berhenti kerja. Suami mu pun penghasilannya kurang. Mending kalo suami mu pengusaha kaya, bolehlah kita santai-santai aja di rumah. Salah kamu juga sih, kalo mau jadi ibu rumah tangga, seharusnya nikah sama yang kaya. Sama sarjana muda itu yang berniat melamar mu duluan sebelum sama yang ini. Tapi kamu lebih milih nikah sama orang yang belum jelas pekerjaannya. Dari 3 orang anak menantu, Cuma suami mu yang tidak punya penghasilan tetap dan yang paling buat kami kesal, sepertinya suami mu itu lebih suka hidup seperti ini, ditawarin kerja  saudara sendiri yang ingin membantupun tak mau, sampai heran aku, apa maunya suami mu itu”. Ceritanya kembali, menceritakan ucapan orang tua saat dimintai pendapat.

“adhek tau, saya hanya bisa nangis saat itu. Saya menangis bukan Karena apa yang dikatakan orang tua saya itu benar, bukan karena itu. Tapi saya menangis karena imam saya dipandang rendah olehnya. Bagaimana mungkin dia maremehkan setiap tetes keringat suami saya, padahal dengan tetesan keringat itu, Allah memandangnya mulia. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang senantiasa menyuruh sholat setiap saat waktunya. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang dengan kata-kata lembutnya selalu menenangkan hati saya. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang berani datang pada orang tua saya untuk melamar saya, padahal saat itu orang tersebut belum mempunyai pekerjaan. Bagaimana mungkin seseorang yang begitu saya muliakan, ternyata begitu rendah di hadapannya hanya karena sebuah pekerjaaan.


Saya memutuskan berhenti bekerja, karena tak ingin melihat orang membanding-bandingkan gaji saya dengan gaji suami saya. Saya memutuskan berhenti bekerja juga untuk menghargai nafkah yang diberikan suami saya. Saya juga memutuskan berhenti bekerja untuk memenuhi hak-hak suami saya. Semoga saya tak lagi membantah perintah suami. Semoga saya juga ridho atas besarnya pendapatan suami demi keberkahan. Saya bangga dengan pekerjaan suami saya, sangat bangga, bahkan begitu menghormati pekerjaannya, karena tak semua orang punya keberanian dengan pekerjaan itu. Kebanyakan orang lebih memilih jadi pengangguran dari pada melakukan pekerjaan yang seperti itu. Tapi lihatlah suami saya, tak ada rasa malu baginya untuk menghidupi keluarga dengan nafkah yang halal. Itulah yang membuat saya begitu bangga pada suami saya. Semoga jika adhek mempunyai saudara perempuan yg mendapatkan suami seperti saya, tak perlu malu untuk menceritakannya pekerjaan suaminya pada orang lain. Bukan masalah pekerjaannya, tapi masalah halalnya, berkahnya, dan kita memohon pada Allah, semoga Allah menjauhkan suami dari rizki yang haram”. Ucapnya terakhir, sambil tersenyum padaku. Mengambil tas laptopnya, bergegas ingin meninggalkannku. Kulihat dari kejauhan seorang lelaki dengan menggunakan sepeda motor butut mendekat ke arah kami, wajahnya ditutupi kaca helm, Sambil mengucapkan salam, meninggalkannku. wajah seorang suami yang begitu bahagia memperoleh istri yg sholehah....

Ya Allah….
Sekarang giliran aku yang menangis. Hari ini aku dapat pelajaran paling baik dalam hidupku.
Pelajaran yang membuatku terus berdoa.... agar perempuan disekitarku (ibu, saudara perempuanku, istri, anak perempuanku) dijadikan wanita sholehah...

Subhanallah.......
Semoga pekerjaan, harta, dan yg diselimuti kain ini tak pernah menghalangiku untuk beribadah padanya...

Rabu, 05 Juni 2013

Bermimpi Tentang Masa Depan Buah Hati Saya...

Anak-anak senang bermimpi mengenai pekerjaan yang ingin mereka lakukan ketika sudah dewasa. Mereka membayangkan dan berpura-pura sedang melakukan pekerjaan tertentu. seperti dokter, guru, orang tua, ilmuwan, dsb.
Imajinasi anak-anak memang tidak terbatas dan akan terus berkembang. Namun, impian mereka dipengaruhi oleh orang dewasa yang berada disekitarnya dan juga dipengaruhi oleh pengalaman yang mereka terima. Peran serta perilaku orang tua mempengaruhi pemahaman anak mengenai pekerjaan apa yang mereka anggap menakjubkan. 
Salah satu cara terbaik yang dapat dilakukan orang tua, guru maupun orang dewasa disekitarnya adalah mendorong anak-anak untuk mencoba kemungkinan pekerjaan lain yang baru mereka ketahui. Sehingga anak-anak memahami adanya berbagai macam jenis pekerjaan. 
Beberapa ide yang dapat dilakukan orang tua untuk memperkenalkan jenis-jenis pekerjaan baru kepada si Kecil, yaitu: 
  • Ajak si kecil untuk datang dan bekerja di kantor anda dan jadikan dia sebagai bagian dari pekerjaan yang harus anda lakukan 
  • Berpura-pura dengan si kecil memerankan pekerjaan tertentu dan biarkan ia memutuskan sendiri apa pekerjaan yang ingin ia lakukan 
  • Datangi museum, festival atau acara lainnya yang dapat memberikan pengajaran kepada si kecil tentang adanya berbagai macam pekerjaan lain yang belum ia ketahui 

  • Bicaralah dengan si kecil mengenai mimpinya. Dengarkan dan berbagi ide mengenai mimpi yang ingin ia raih.
    pada tulisan kali ini akan ada tambahann... teruzz teruzzann, mengingat... Izzat & Izzah akan terus di rangsang berpikir dalam menentukan apa...kelak yg akan di minatinya...
    ...
    ...

Senin, 27 Mei 2013

-Orang Tua bisa Lupa Berdoa untuk anak-

JANGAN BERHARAP DO’A DARI ANAK, JIKA KITA SENDIRI (ORANG TUA) MALAS BERDOA UNTUK ANAK
Keutamaan Doa Ayah pada Anaknya…
Keutamaan doa ayah pada anaknya cukup besar. Ayah adalah orang tua yang bertugas mencari nafkah untuk anak-anaknya, sesuai dengan kemampuannya dan rizki yang diberikan oleh-NYA. Oleh karena itu, seorang anak memiliki ikatan balas jasa yang cukup besar, terhadap orang tua
Orang tua tak pernah lelah mendidik dan merawat anak-anaknya. Mulai dari alam kandungan hingga sampai menikahkan sang anak.
Ayah dan ibu memiliki peran yang besar mulai dari kelahiran - perkembangan – hingga kelanjutan kehidupan anak .
Adanya kita di muka bumi ini, sampai kita bisa hidup dan menjalani kehidupan, semuanya tidak terlepas dari jasa-jasa orang tua kita, termasuk ayah dan ibu.
Doa ayah pada anaknya memiliki banyak keutamaan. Seperti halnya ibu, seorang ayah juga harus kita hormati dan mulyakan. Bahkan meskipun ayah kita adalah seorang yang berbeda agama dengan kita, kewajiban untuk tetap menghormati dan berbuat baik kepadanya tetap harus kita lakukan.
Karena adanya seorang ayahlah kita bisa dilahirkan ke muka bumi ini, menjalani kehidupan dan menikmati berbagai nikmat hidup yang diberikan Allah kepada kita.
doa itu dikabulkan bukan sesuai permintaan tapi sesuai kebutuhan...
----doa yg langsung dikabulkan, yaitu doa yg di ijabah sesuai dengan kebutuhan saat itu
----doa yg digantikan, biasanya tidak yang kita harapkan atau malah bisa lebih yg kita harap
----doa yang ditangguhkan, ini di berikan bisa jadi untuk bekal kita di akherat kelak

sambil menulis ini saya mengkhayal jauh.. bagai mana kelak saya mati namun anak-anak saya tidak mendoakan orang tuanya...? Kesalahan bisa jadi pada diri saya, karena saya tidak pernah mendoakan anak, karena saya tidak mengajarkan anak berdoa, atau karena saya tidak mengajak anak saya mendoakan orang tua saya... (berharap smoga ini tidak terjadi pada keluarga saya)

Inilah beberapa keutamaan doa ayah pada anaknya yang bisa dirasakan banyak manfaatnya terutama oleh si anak:
  • 1. Doa ayah yang bermanfaat dan baik-baik pada anaknya akan dikabulkan Allah dengan mudah, dan hal ini tentu saja akan memberi hikmah yang besar pada sang anak.

Meskipun ayah tidak merasakan bagaimana mengandung dan melahirkan, tapi seorang ayah yang ideal pastilah merasakan kesulitan si ibu, mulai dari mengandung, melahirkan mendidik hingga mencarikan nafkah untuk si anak.
  • 2. Doa orang tua adalah rahasia keberkahan hidup bagi si anak.

Sejarah mencatat, orang-orang yang memiliki riwayat durhaka pada kedua orang tuanya maka akan menjalani kehidupan yang sulit, terutama di masa-masa tua. Berbuat baik kepada kedua orang tua atau birrul walidain akan mengundang doa yang baik dari orang tua, termasuk ayah.
  • 3. Doa ayah pada anaknya membuka pintu-pintu rezeki dalam hidup. Memuliakan dan menghormati orang tua adalah salah satu kunci dibukakan nya pintu rezeki dari langit oleh Allah.


Salah satu azab yang diturunkan kepada manusia secara segera adalah salah satunya bagi orang yang mendurhakai orang tua. Azab itu bisa berupa kesulitan dalam mencari rezeki di dunia.
Oleh karena itu, minta lah doa-doa yang terbaik dari ayah dan ibu untuk keberkahan kita mencari rezeki di dunia.

Seorang ayah yang baik pastilah akan mendoakan hal terbaik untuk anaknya, namun terlepas dari sosok ayah yang ideal atau tidak, kewajiban seorang anak kepada ayah tidak pernah gugur, yakni menghormati, memuliakan dan mentaatinya dalam kebaikan.

Akhlak dan tutur kata yang baik adalah doa yang baik dari seorang ayah pada anaknya.


اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَـالَمِـيْنَ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَـيِّدِنَا مُحَمَّدٍ مِفْـتَاحِ بَابِ رَحْمَةِ اللهِ
Dengan nama Allah yang Pengasih dan Penyayang, segala puji dan syukur hanya untuk Allah Tuhan alam semesta. Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam kepada Sayyidina Muhammad, pembuka pintu rahmat Allah,
عَدَدَ مَا فِى عِلْمِ اللهِ، صَلاَةً وَسَلاَمًا دَآئِمَيْنِ بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ، وَ عَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ.
sebanyak pengetahuan Allah, shalawat dan salam yang selalu tercurah sekekal kerajaan Allah, dan juga kepada keluarga dan para sahabatnya.
رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلَوةِ وَمِن ْ ذُرِّيــَّتِيْ رَبَّــنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ.
Tuhan, jadikanlah aku dan keturunanku orang-orang yang selalu mendirikan shalat, Ya Allah, kabulkanlah doaku.
رَبَّــنَا هَبْ لَـــنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيــَّـــاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّـــقِيْنَ إِمَــامـًـا.
Wahai Tuhan kami, jadikanlah istri dan keturunan kami sebagai buah hati dan jadikanlah kami pemimpin orang-orang yang bertakwa.
رَبِّ أَوْزِعْنِيْ أَنْ أَشْكُرَ نِعْــمَتَكَ الَّتِيْ أَنْعَــمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ، وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِــحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِيْ فِي ذُرِّيــَّتِيْ، إِنِّيْ تُــــبْتُ إِلَــيْكَ وَإِنِّيْ مِنَ الْمُسْـــلِمِـــيْنَ.
Tuhan, berilah aku ilham untuk mensyukuri nikmat yang telah Engkau karuniakan kepadaku dan kepada Ibu bapakku, dan agar aku dapat beramal saleh yang Engkau ridhaoi, jadikanlah keturunanku orang-orang yang saleh , sesungguhnya aku bertaubat kepadaMu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.
أُعِيْذُ أَوْلاَدِيْ بِكَلِــمَاتِ اللهِ التَّــامــَّاتِ، مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَـــامــَّــةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّـــةٍ.
Aku serahkan anak-anakku di bawah perlindungan kalimat Allah yang sempurna dari gangguan setan, mara bahaya, dan dari pandangan yang penuh kedengkian.
اَللَّهُمَّ بَارِكْ فِيْ أَوْلاَدِيْ، وَلاَ تَضُرَّهُمْ، وَازُقْـــنِيْ بِرَّهُمْ، وَاجْعَلْهُمْ قُــرَّةَ عَيْنٍ لِلنَّـــبِــيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلِوَالِدَيْهِمْ.
Ya Allah, berkahilah anak-anakku, janganlah Engkau celakakan mereka, karunialah aku ketaatan mereka, jadikanlah mereka buah hati Nabi Muhammad saw. dan kedua orang tua mereka.
اَللَّهُمَّ افْتَحْ عَلَيْهِمْ فُتُوْحَ الْعَارِفِيْنَ، وَفَقِّــهْــهُمْ فِي الدِّيْنِ، وَعَلِّمْهُمُ التَّأْوِيْلَ، وَاهْدِهِمْ إِلَى سَوَآءِ السَّـبِـيْلَ، وَاجْعَلْهُمْ مِنَ الْعُلَمَآءِ الْعَامِلِيْنَ، وَعِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ.
Ya Allah, singkapkan kepada mereka ilmu kaum arifin, jadikanlah mereka faqih (alim) dalam agama, ajarkan kepada mereka pengetahuan takwil, dan tuntunlah mereka ke jalan yang lurus dan benar, dan jadikanlah mereka ulama yang mengamalkan ilmunya, dan masukkanlah mereka ke dalam golongan hambaMu yang saleh.
اَللَّهُمَّ أَنْبِـــتْــهُمْ نَــبَاتـــًا حَسَـــنًا، وَاجْعَلْهُمْ هَــادِيْنَ مُــهْــتَدِيْنَ.
Ya Allah, tumbuhkan mereka dengan sebaik-baik pertumbuhan, dan jadikanlah mereka orang-orang yang memberi petunjuk dan mendapat petunujuk.
اَللَّهُمَّ وَفِّــــقْـــهُمْ لِــمَحَابـــِّــكَ وَطَاعَتِكَ وَمَرْضَاتِكَ وَعَلِّمْهُمْ مَا يَــنْــفَعُــهُمْ، وَانْـــفَعْــهُمْ بِمَا عَلَّــمْتَــهُمْ.
Ya Allah, berilah mereka hidayah untuk mencintaiMu. Ajarkanlah kepada mereka semua yang bermanfaat dan berilah mereka manfaat dari semua yang Kau ajarkan.
اَللَّهُمَّ احْفَظْــــهُمْ مِنَ الْفِــتَــنِ، مَا ظَــهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَ مِنْ كُلِّ سُــوْءٍ.
Ya Allah, lindungilah mereka dari segala fitnah, baik yang nyata maupun tersembunyi, dan juga dari segala macam kejahatan.
اَللَّهُمَّ سَــهِّــلْ أُمُوْرَهُمْ، وَأَصْلِحْ أَحْوَالَهُمْ وَأَعْمَالَهُمْ وَنِــيَّــاتِهِمْ.
Ya Allah, mudahkanlah urusan mereka, dan perbaikilah keadaan, perbuatan, dan niat mereka.
اَللَّهُمَّ أَحْـــيِهِمْ حَــيَاةً طَــيِّـــبَــةً فِي الدُّنْــــيَا وَاْلآخِرَةِ.
Ya Allah, berilah mereka kehidupan yang baik di dunia dan akhirat.
اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَــادَتِكَ.
Ya Allah, bantulah mereka agar dapat mengingatMu, mensyukuri nikmatMu, dan beribadah kepadaMu dengan sebaik-baik ibadah.
اَللَّهُمَّ احْسِنْ عَاقِــــبَـــتَهُمْ فِي اْلاُمُوْرِ كُلِّـــهَا، وَأَجِرْهُمْ مِنْ خِزْيِ الدُّنْــــــيَا وَاْلآخِرَةِ.
Ya Allah, akhirilah semua urusan mereka dengan keberhasilan dan selamatkanlah mereka dari kehinaan dunia dan akhirat.
اَللَّهُمَّ مَتِّعْــهُمْ بِأَسْــمَاعِهِمْ وَ أَبْصَارِهِمْ وَقُوَّتِــــهِمْ فِي سَــــبِـيْلِكَ، وَاجْعَلْ هَوَاهُمْ تَــــبَـــعًا لِمَـــا جَـــآءَ بِــــهِ حَبِــــيْــــبُكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَـــلَّمَ.
Ya Allah, jadikanlah pendengaran, pandangan dan kekuatan mereka menyenangi jalan petunjukMu, dan jadikanlah hawa nafsu (keinginan) mereka patuh pada ajaran yang dibawa oleh kekasihMu Muhammad saw.
اَللَّهُمَّ سَـــلِّمْهُمْ، وَ عَافِــهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ، وَأَطِلْ أَعْمَارَهُمْ فِي طَــاعَتِكَ وَمَرْضَاتِكَ، وَتَقَـــبَّلْ مِنْهُمْ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، وَبِاْلإِجَابَةِ جَدِيْرٌ
Ya Allah, selamatkan mereka, berilah kesehatan dan maafkan, panjangkan umur mereka dalam ketaatan dan keridhoanMu, dan terimalah amal mereka. Sesungguh nya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu dan Engkaulah yang patut mengabulkan doa.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِــهِ وَصَحْبِهِ وَسَــــلَّمَ، وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَــالَمِيْنَ
Dan limpahkan shalawat dan salam kepada Sayyidina Muhammad saw. serta kepada keluarganya dan para sahabatnya. Dan sesungguhnya segala puji dan syukur hanya untuk Allah, Tuhan alam semesta.


---AMIN---
untuk "izzat&izzah" ayah berdo'a yang terbaik untukmu
Do'a kan ayah agar dapat selalu berdoa untukmu dan keluarga

Senin, 20 Mei 2013

Berbahagialah Wanita Itu...?


Jika Mengetahui Pengabdian adalah kecantikannya

Ketika seorang wanita memasuki gerbang pernikahan, 
maka kehidupan "normalnya" akan sedikit mengalami perubahan. Bagi yang sebenarnya belum siap, maka seiring dengan berjalannya waktu,mereka akan merasa bahwa banyak hal yang akan atau telah terampas selama mereka menjadi seorang istri dan pendamping. Namun bagi yang melangkah dengan ilmu dan dengan dasar beribadah dengan Allah, betapapun berat jalan ke depannya, hal itu akan dilalui dengan tenang dan ikhlas.

Pernahkah kita melihat seorang istri yang menyuguhkan wajah kurang sopan setelah mengetahui hal yang dilakukannya kurang mendapat penghargaan dari suami?. 
Ternyata disinilah cara cantik Allah dalam mengajarkan indahnya keikhlasan kepada para wanita. Keikhlasan dalam pengabdian. Dan hasil akhirnya tergantung para istri itu sendiri, tetap bersabar, ikhlas dan tawakkal, ataukah memilih jalan emosi dan perasaannya saja.

Subhanallah, pernahkah kita berpikir betapa indah cara Allah mendidik para suami tentang pengabdian?.
Tidak bisa kita pungkiri bahwa para laki laki, adalah pemimpin para wanita. Namun, walaupun beliaunya adalah seorang pemimpin, mereka tetaplah manusia biasa. Para suami bukanlah seorang tanpa cela, adakalanya pula mereka berbuat kesalahan yang sama dengan yang dilakukan para istri
Jika sebuah kekurangan dalam diri suami tersebut disikapi dengan kehangatan sikap sebagai sebuah pengabdian sang istri, maka hal tersebut justru menjadikan Puncak dan sekaligus landasan bagi segala daya tarik seorang istri.

Ketika suami yang melihat ketekunan istrinya menjalankan ibadah dan mengikhlaskan segala cinta, aktifitas dan kerja-kerjanya semata untuk mengharapkan keridhoan Ilahi, tentu saja akan semakin menghangat hatinya, dan keinginan untuk menjadi lebih baik dalam segala halpun InsyaAllah akan semakin menguat. Dan, yang terindah dari semua itu, sang istri akan menggapai kemuliaan dirinya di hadapan Allah

Ternyata memanglah benar, mengabdi bukan berarti membungkam kekuatan wanita. Lewat sikap ini, wanita menunjukkan bahwa dia bukan hanya mahluk yang memiliki kelembutan hati dan tutur serta sikap santun, akan kekuatan tersembunyi yang luar biasa.

Pahit getir kehidupan serta kepedihan seringkali dihadapi istri dalam mendampingi suami. Tidak jarang pula cobaan-cobaan tersebut terkadang serasa di luar batas kesanggupannya sebagai individu untuk menghadapinya, namun ketika pengabdian sudah terpatri dalam hati, maka siapapun akan terperangah, bagaimana mahluk yang kita pandang lemah lembut dan ringkih, wanita, bisa menghadapi semua itu.

Dalam pengabdian, juga terkandung makna menutupi aib dan atau kekurangan pasangan kita.Susah memang untuk tetap tersenyum bagi istri menghadapi kenyataan yang mungkin bahkan jika kekurangan seorang suami  telah diketahui begitu banyak manusia di luar sana.

Memanglah tidak semudah mengatakan untuk selalu tersenyum sambil menceritakan kebaikan-kebaikan suami kita sedangkan disisi lain kitapun mengetahui segala keburukannya. Namun sekali lagi, jika hal tersebut disikapi dengan kehangatan sikap sebagai sebuah pengabdian sang istri, maka hal tersebut justru menjadikan Puncak dan sekaligus landasan bagi segala daya tarik seorang istri.

Bukan main ternyata akhlak yang dimiliki wanita yang benar-benar mengabdi pada suami mereka atas dasar beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala.



--MAAFKAN AYAH JIKA BELUM BISA (MENGENALI) IBU DARI ANAK"NYA-- 


Minggu, 19 Mei 2013

Mendengarkan dan Menjawab Pertanyaan Anak itu, Menyenangkan


Anak-anak sering kali mengajukan pertanyaan yang tak terduga mengenai kejadian sehari-hari. Pertanyaan tersebut bisa dimana saja dan kapan saja diajukan. Terkadang anak-anak menanyakan pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Tidak ada aturan baku yang harus orang tua taati dalam menjawab pertanyaan anak. Akan tetapi beberapa hal ini perlu untuk dipahami orang tua mengenai pemikiran dan perasaan serta pertanyaan yang diajukan oleh si Kecil. 
Cari tahu apa yang anak anda tahu
 Bila sedang membahas suatu topik atau berita bersama si Kecil ajukan pertanyaan yang membuat anak akan berpikir. Misalnya, Ayah dan si Kecil sedang membahas tentang hasil jepretan kamera. Tanyakan padanya, “menurut IZZAT kenapa ini bisa terjadi? “, dsb

Tenang
Ketika anak-anak mendengar berita yang membuat dia menjadi takut, Ayah dapat membantunya menenangkan diri. Misalnya anak takut akan terjadinya gempa di rumah, Ayah bisa menenangkannya dengan menjelaskan bahwa kita tetap dapat aman dengan cara berlindung di bawah meja ketika gempa. Ajak si Kecil untuk mempraktekkannya, karena tindakan lebih meyakinkan dibanding hanya dengan perkataan saja
Jelaskan secara sederhana
Beri anak informasi atau penjelasan yang perlu mereka tahu dengan cara yang masuk akal bagi pemikiran anak-anak. Terkadang beberapa kalimat saja sudah cukup untuk dimengerti si Kecil. Jangan memberikan penjelasan yang tidak perlu untuk umurnya.

Yakinkan
Ketika anak-anak mendengar berita yang membuat dia menjadi takut, Ayah dapat membantunya menenangkan diri. Misalnya anak takut akan gelap, Ayah bisa menenangkannya dengan menjelaskan bahwa meski gelap kita masih dapat melihat tetap aman. Ajak si Kecil untuk mempraktekkannya, dengan masuk di tempat gelap dengan ayah, jika masih takut jangan dipaksa, ulangi lain kali karena tindakan lebih meyakinkan disbanding hanya dengan perkataan saja.

http://i-pien.blogspot.com/2013/04/blog-post_27.html
--Semoga Komunikasi Ini Jadi Ladang Amal Orang Tuamu--

Selasa, 14 Mei 2013

''ANAKku MENGENALKAN SIAPA DIRIku...!!

  • Jika   anak-ku   BERBOHONG, itu karena  -AKU-  MENGHUKUMNYA terlalu BERAT.
  • Jika   anak-ku   TIDAK PERCAYA DIRI, itu karena  -AKU-  TIDAK MEMBERI dia SEMANGAT.
  • Jika   anak-ku    KURANG BERBICARA, itu karena  -AKU-  TIDAK MENGAJAKNYA BERBICARA.
  • Jika   anak-ku    MENCURI, itu karena  -AKU-  TIDAK MENGAJARINYA MEMBERI.
  • Jika   anak-ku   PENGECUT, itu karena  -AKU-  selalu MEMBELANYA.
  • Jika   anak-ku   TIDAK MENGHARGAI ORANG LAIN, itu karena  -AKU-  BERBICARA TERLALU KERAS KEPADANYA.
  • Jika   anak-ku    MARAH, itu karena  -AKU-  KURANG MEMUJINYA.
  • Jika   anak-ku    SUKA BERBICARA PEDAS, itu karena  -AKU-  TIDAK BERBAGI DENGANNYA.
  • Jika   anak-ku    MENGASARI ORANG LAIN, itu karena  -AKU-  SUKA MELAKUKAN KEKERASAN TERHADAPNYA.
  • Jika   anak-ku    LEMAH, itu karena  -AKU-  SUKA MENGANCAMNYA.
  • Jika   anak-ku    CEMBURU, itu karena  -AKU-  MENELANTARKANNYA.
  • Jika   anak-ku    MENGANGGUKU, itu karena  -AKU-  KURANG MENCIUM & MEMELUKNYA.
  • Jika   anak-ku    TIDAK MEMATUHIKU, itu karena  -AKU-  MENUNTUT TERLALU BANYAK padanya.
  • Jika   anak-ku    TERTUTUP, itu karena  -AKU-  TERLALU SIBUK.






    • MAAFkan AYAH anakku JIKA ITU TERJADI padamu ...?




    Rabu, 01 Mei 2013

    “Anakku, cermatilah lima kelompok manusia yang tidak layak bagimu untuk bersahabat..."


    Salah satu nikmat Ilahi yang Allah berikan kepada manusia adalah rasa sosial dan kebutuhan untuk bergaul dengan orang lain dan menjalin hubungan persahabatan dengan anggota masyarakat. Orang yang memiliki teman yang baik dan memanfaatkan hubungan itu dengan benar dan logis akan memiliki kehidupan individu dan sosial yang lebih baik.
    Anda tentunya memiliki kawan untuk berbicara, berbagi perasaan, saling menasehati dan saling membantu di kala susah. Sebagian orang punya kelebihan yang bisa menjalin hubungan persahabatan dengan banyak kawan sementara sebagian yang lain hanya puas dengan memiliki beberapa orang teman yang jumlahnya tak lebih dari hitungan jari. Tentunya, di antara kawan yang kita miliki adalah yang punya hubungan sangat dekat dan siap membantu dengan tulus saat kita mendapat kesusahan dan masalah.
    Islam memandang persahabatan sebagai nilai yang agung dan menentukan dalam nasib dan kehidupan seseorang. Karena itu, baik Nabi Saw maupun para Imam Maksum Ahlul Bait dalam banyak kesempatan menekankan untuk memilih sahabat dan kawan dengan benar. Misalnya dalam hadis Nabi disebutkan bahwa beliau bersabda,  “Manusia beragama seperti sahabatnya.  Karena itu, hendaknya dia teliti dengan siapa dia menjalin persahabatan.” Hadis ini menerangkan sejauh mana pengaruh seorang kawan sehingga bisa mempengaruhi keberagamaan sahabatnya. Dalam hadis disebutkan, 
    “Sahabat yang baik lebih baik dari kesendirian dan kesendirian lebih baik dari sahabat yang buruk.”
    Islam menekankan kepada kita untuk teliti dalam memilih kawan dan sahabat. Oleh karena itu, kecintaan kepada seseorang tidak lantas meniscayakan jalinan persahabatan. Sebab, untuk bersahabat kita harus melihat dengan teliti darimana munculnya kecintaan itu dan apakah orang tersebut layak untuk dijadikan sahabat.Imam Ali bin Abi Thalib (as) berkata, 
    “Orang yang menjalin persahabatan setelah teliti dalam memilih sahabat, maka persahabatannya akan langgeng dan kokoh.” 
    Dari hadis tadi dapat difahami bahwa persahabatan yang dijalin tanpa dasar pemikiran yang benar akan berakhir buruk .
    Kini yang menjadi pertanyaan, menurut Islam kriteria apakah yang mesti dimiliki sahabat yang baik? Menurut Islam, salah satu kriteria terpenting adalah kematangan orang dalam bernalar dan mengambil sikap yang logis dalam semua hal. Sahabat yang seperti ini adalah penasehat yang bisa dipercaya yang mencegah sahabatnya dari kesalahan. Banyak riwayat dan hadis yang menekankan untuk memilih sahabat yang bijak dan berakal. Diantaranya adalah hadis dari Imam Ali (as). Beliau berkata, 
    “Bersahabat dengan orang yang arif dan bijak akan menghidupkan jiwa dan ruh.” 

     Hadis ini mengisyaratkan bahwa orang yang berakal adalah orang yang pandai bersikap. Orang yang demikian jelas akan mencegah sahabatnya dari perbuatan yang salah. Sementara, orang yang dungu dan bodoh justeru akan membuat malu orang lain karena perkataan, sikap dan perbuatannya.
    Kriteria lain adalah akhlak dan budi pekerti yang baik. Menurut ajaran Islam, sahabat yang baik mesti memiliki akhlak yang baik dan jiwa yang bersih. Sebab, orang yang berperangai buruk akan mudah melakukan kejahatan, keburukan dan kesalahan. Dalam al-Qur’an al-Karim, Allah Swt mengingatkan kita untuk tidak memilih kawan yang jahat, buruk, dan pendosa.  
    Ayat 28 dan 29 surat al-Furqan menjelaskan kisah kawan yang buruk di hari kiamat kelak. Disebutkan di ayat itu bahwa seseorang yang berada di neraka menyesali karena salah memilih sahabat dan mengatakan, “Andai saja aku tidak menjadikan si Polan itu sahabatku. Dia telah mencegahku dari mengikuti kebenaran yang sebenarnya telah sampai kepadaku.”
    Para pakar psikologi telah melakukan berbagai penelitian luas mengenai persahabatan. Mereka meyakini bahwa kawan dan sahabat di masa muda punya pengaruh besar dibanding sahabat yang dimiliki orang pada periode usia yang lain. sebab sahabat di masa muda punya peran besar dalam membentuk pemikiran dan agenda hidup seseorang. Para psikolog berpendapat bahwa secara kejiwaan, anak muda sangat mudah dipengaruhi dan salah satu yang punya pengaruh besar terhadapnya adalah sahabat. Islam mengenal dengan baik kriteria masa muda ini sehingga menekankan kepada pengikutnya untuk berhati-hati dan teliti dalam memilih kawan.
    Mengenai persahabatan dengan orang yang tidak baik, Imam Ali (as) berkata, 
    “Bersahabat dengan orang yang durjana akan mengakibatkan kesengsaraan tak ubahnya seperti angin yang menyapu bangkai dan menyebarkan bau busuk bersamanya.” 
    Riwayat ini mengingatkan kita akan bahaya dan kerugian yang ditimbulkan oleh persahabatan dengan orang-orang jahat. Orang mungkin akan menjaga diri untuk tidak terpengaruh dengan perbuatan buruk mereka. Tetapi dia tetap tak bisa melepas diri dari imbas persahabatan ini yang hanya menghadiahkan cela baginya di tengah masyarakat. Mungkin orang akan mengatakan bahwa dia bisa menjaga diri meski berkawan dengan orang-orang jahat dan pendosa. Tapi satu hal yang perlu diingat adalah bahwa manusia bukanlah batu atau kayu mati yang sama sekali tidak tepengaruh oleh perbuatan, perkataan dan sifat orang lain yang ada di sekitarnya. Semua itu akan berpengaruh pada diri kita tanpa kita sadari.
    Kriteria lain dari sahabat yang baik menurut Islam adalah orang yang setia dengan tali persahabatan. 
    Imam Sadiq (as) dalam sebuah riwayat menjelaskan hal itu dalam sebuah ungkapan indah. Beliau berkata, “Berkawan ada batasnya. Siapa saja yang menjaga batasan itu berarti dia adalah sahabat yang benar. Jika tidak, jangan bersahabat dengannya.” 
    Beliau lalu menjelaskan batas-batas persahabatan dan berkata, 
    “Batasan-batasan persahabatan adalah; Pertama, dia mesti bersikap sama baik didepanmu maupun dibelakangmu (Yakni menjaga kejujuran dan persahabatan). Kedua, menganggap kebaikanmu sebagai kebaikannya dan celamu sebagai celanya. Ketiga, tidak mengubah perilaku ketika dia mendapat kedudukan atau harta. Keempat, jika memiliki harta, dia tak akan pernah segan membantumu. Kelima, tidak membiarkanmu seorang diri kala engkau ditimpa masalah dan kesulitan.”
    Kriteria berikutnya dari seorang sahabat yang baik adalah kesesuaiannya dengan kita. Sahabat yang baik adalah orang yang sederajat dengan kita dalam hal materi, kedudukan sosial, dan pemikiran. 
    Imam Muhammad Baqir (as) berkata, “Bersahabatlah dengan orang yang sederajat denganmu. Jangan engkau bersahabat dengan orang yang menjaminmu sebab hal itu akan mengakibatkan kehinaan dan kerendahan bagimu.” 
    Hadis ini mengingatkan kita akan harga diri manusia. Mungkin orang akan senang bersahabat dengan orang yang lebih kaya yang bisa membantunya secara finansial. Tapi sebenarnya persahabatan ini hanya akan membuatnya hina dan rendah di mata sahabatnya yang kaya.
    Kriteria lain dari sahabat yang baik adalah kesabaran.  
    Imam Ali (as) berkata, “Bersahabatlah dengan orang yang penyabar, dengan begitu engkau bisa belajar meningkatkan kesabaranmu.” 
    Hadis ini menjelaskan pengaruh sahabat yang penyabar. Orang yang penyabar akan mudah merendahkan hati ketika muncul masalah dalam persahabatan. Dia akan mudah memaafkan kesalahan sahabatnya. Perselisihan yang mungkin muncul antara dia dengan kawannya tidak akan mudah merusak persahabatan. Tapi bagaimanakah kriteria orang yang penyabar?  
    Imam Sadiq (as) menjelaskan, “Orang yang marah kepadamu sampai tiga kali tapi tak pernah mengucapkan kata-kata buruk terhadapmu, maka ia layak engkau jadikan sahabat.”
    Sampai disini kita sudah membicarakan beberapa kriteria sahabat yang baik menurut ajaran Islam. Ada baiknya kita juga mengenal kriteria-kriteria orang yang tidak layak dijadikan kawan. Ada banyak riwayat yang menjelaskan hal ini. 
    Salah satu riwayat yang terbaik dalam hal ini adalah hadis Imam Sajjad (as). Beliau berkata, 

    “Anakku, cermatilah lima kelompok manusia yang tidak layak bagimu untuk bersahabat dengan mereka, berbicara dengan mereka dan berjalan bersama mereka. 
    1. Hindari persahabatan dengan orang pendusta. Sebab dia ibarat fatamorgana yang menampakkan hal yang dekat seakan jauh dan hal yang jauh seakan dekat. 
    2. Jangan kau berkawan dengan orang pendosa sebab dia siap menjualmu dengan imbalan sesuap makanan atau lebih sedikit dari itu. 
    3. Jangan berkawan dengan orang yang kikir, sebab dia akan meninggalkanmu ketika engkau memerlukannya.
    4. Jauhi persahabatan dengan orang yang bodoh sebab dia akan merugikan dirimu ketika berniat melakukan kebaikan untukmu.
    5. Jauhilah pula orang yang memutuskan tali kekerabatan sebab aku dapatkan al-Qur’an telah mengutuknya.
     ------------------------------------------------------------------------------