Seorang anak bertanya kepada ayahnya yang sedang menulis sebuah
surat. “ayah lagi menulis apa?”
Mendengar pertanyaan si anak, sang ayah berhenti menulis dan berkata..., “Sebenarnya ayah sedang menulis tentang kamu, tapi ada
yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu PENSIL yang ayah pakai. ayah harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar
si ayah lagi.
Mendengar jawaban ini, si anak kemudian melihat pensilnya dan
bertanya kembali kepada si ayah ketika dia melihat tidak ada yang
istimewa dari pensil yang ayah pakai. “Tapi yahh, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya”, Ujar si anak
Si ayah kemudian menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana kamu
melihat pensil ini. Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu
selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang
prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini”, Si ayah kemudian menjelaskan 5
kualitas dari sebuah pensil.
Pertama : Pensil mengingatkan kamu, kalau kamu bisa
berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika
menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing
langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya Allah, Dia akan selalu
membimbing kita menurut kehendakNya”.
Kedua : Dalam proses menulis, ayah kadang beberapa
kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali
pensil ayah. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi
setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya
kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani
menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu
menjadi orang yang lebih baik”.
Ketiga : Pensil selalu memberikan kita kesempatan
untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah.
Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal
yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang
benar”.
Keempat : Bagian yang paling penting dari sebuah
pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah
pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di
dalam dirimu”.
Kelima : Sebuah pensil selalu meninggalkan
tanda/goresan…Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu
perbuat dalam hidup ini akan tinggalkan kesan. Oleh karena itu
selalulah hati-hati dan sadar terhadap segala tindakanmu.
buat para anak-anak ku...
Jumat, 28 September 2012
Selasa, 26 Juni 2012
Teruntuk Para Anak-anakku
Seorang anak berkata pd Ayahnya:
"Ayah.. ibu selalu terlihat cantik.Aku ingin spt ibu, beritahulah aku caranya" Dgn tatapan lembut & senyum haru, sang Ayah menjawab:
"Utk Bibir yg menarik, ucapkanlah perkataan yg baik"
"Utk pipi yg lesung,tebarkanlah senyum ikhlas kpd siapapun"
"Utk mata yg indah menawan, lihatlah selalu kebaikan org lain"
"Utk tubuh yg langsing, sisihkanlah makanan utk fakir miskin"
"Utk jemari tangan yg lentik menawan, hitunglah kebajikan yg tlh diperbuat org2 lain kepadamu dan bersyukur"
"Utk wajah putih bercahaya, bersihkanlah kekotoran batin"
Anakku...
Jgnlah sombong akan kecantikan fisik karena itu akan pudar oleh waktu.
Kecantikan perilaku tdk akan pudar walau oleh kematian.
~Jika Anda BENAR, maka Anda tdk perlu marah.
~Jika Anda SALAH, maka Anda wajib minta maaf.
~Kesabaran dgn keluarga adlh KASIH.
~Kesabaran dgn org lain adlh HORMAT.
~Kesabaran dgn diri sendiri adlh KEYAKINAN.
~Kesabaran dgn TUHAN adlh IMAN.
~Jgn terlalu mengingat masa lalu, krn hal itu akan membawa AIR MATA.
~Jgn terlalu memikirkan masa depan, krn hal itu akan membawa KETAKUTAN.
~Jalankan saat ini dengan senyuman, krn hal itu akan membawa KECERIAAN!
~Setiap ujian dlm hidup ini bisa membuat Anda pedih atau lebih baik.
~Setiap masalah yg timbul bisa menguatkan atau menghancurkan.
~Pilihan ada pada Anda, apakah Anda akan memilih menjadi korban atau pemenang.
~Carilah hati yg indah bukan wajah yg cantik.
~Hal-hal yg indah tdk selalu baik, tapi hal-hal yg baik akan selalu indah...
Besi menajamkan besi, demikian juga manusia saling mengasah satu sama lain demi kebaikan masa depan yang lebih baik lagi.
Selamat berjuang dan menanam bibit-bibit kebajikan...
Ingat! Anakku...
Kesempatan tdk selalu membuat hidup kita lebih baik, tàpi perubahan diri kita lah yg mengubah segalanya.
To: para anak-anak ku
"Ayah.. ibu selalu terlihat cantik.Aku ingin spt ibu, beritahulah aku caranya" Dgn tatapan lembut & senyum haru, sang Ayah menjawab:
"Utk Bibir yg menarik, ucapkanlah perkataan yg baik"
"Utk pipi yg lesung,tebarkanlah senyum ikhlas kpd siapapun"
"Utk mata yg indah menawan, lihatlah selalu kebaikan org lain"
"Utk tubuh yg langsing, sisihkanlah makanan utk fakir miskin"
"Utk jemari tangan yg lentik menawan, hitunglah kebajikan yg tlh diperbuat org2 lain kepadamu dan bersyukur"
"Utk wajah putih bercahaya, bersihkanlah kekotoran batin"
Anakku...
Jgnlah sombong akan kecantikan fisik karena itu akan pudar oleh waktu.
Kecantikan perilaku tdk akan pudar walau oleh kematian.
~Jika Anda BENAR, maka Anda tdk perlu marah.
~Jika Anda SALAH, maka Anda wajib minta maaf.
~Kesabaran dgn keluarga adlh KASIH.
~Kesabaran dgn org lain adlh HORMAT.
~Kesabaran dgn diri sendiri adlh KEYAKINAN.
~Kesabaran dgn TUHAN adlh IMAN.
~Jgn terlalu mengingat masa lalu, krn hal itu akan membawa AIR MATA.
~Jgn terlalu memikirkan masa depan, krn hal itu akan membawa KETAKUTAN.
~Jalankan saat ini dengan senyuman, krn hal itu akan membawa KECERIAAN!
~Setiap ujian dlm hidup ini bisa membuat Anda pedih atau lebih baik.
~Setiap masalah yg timbul bisa menguatkan atau menghancurkan.
~Pilihan ada pada Anda, apakah Anda akan memilih menjadi korban atau pemenang.
~Carilah hati yg indah bukan wajah yg cantik.
~Hal-hal yg indah tdk selalu baik, tapi hal-hal yg baik akan selalu indah...
Besi menajamkan besi, demikian juga manusia saling mengasah satu sama lain demi kebaikan masa depan yang lebih baik lagi.
Selamat berjuang dan menanam bibit-bibit kebajikan...
Ingat! Anakku...
Kesempatan tdk selalu membuat hidup kita lebih baik, tàpi perubahan diri kita lah yg mengubah segalanya.
To: para anak-anak ku
Senin, 25 Juni 2012
SURGA buat KELUARGA XIWANG
Sebuah foto yang memilukan hati.
Seorang Ayah dan Ibu mencium dan mengatakan selamat tinggal kepada anak
perempuannya yang berumur 2 tahun bernama Xiwang atau "Harapan" yang
telah meninggal karena hypoxic-ischemic cerebral palsy.
Seorang Ayah dan Ibu mencium dan mengatakan selamat tinggal kepada anak
perempuannya yang berumur 2 tahun bernama Xiwang atau "Harapan" yang
telah meninggal karena hypoxic-ischemic cerebral palsy.
Kedua
orang tua dari anak kecil yang tidak berkesempatan untuk melanjutkan
hidup memutuskan untuk memberikan arti kepada kematian anaknya dengan
menyumbangkan organ tubuh anaknya.
Jikalau Anda bertanya-tanya mengapa para tenaga medis disana
membungkuk, itu karena kurang dari 1 jam, dua anak kecil di ruangan lain
dapat hidup dikarenakan ginjal dan hati anak perempuan tersebut.
Sungguh kasih yang sangat luar biasa..
Merelakan bagian tubuh buah hati sehingga dapat memberikan nyawa bagi 2 anak lainnya.
Selasa, 12 Juni 2012
doa ayah buat "izzat" semoga menjadi anak yg berbakti kepada orang tua ..ayah&mama..iloveyou
Kisah Nyata Anak Durhaka dari Singapura
Sebuah Kisah Nyata dari Negeri tetangga Singapura beberapa dekade lalu
yang cukup menghebohkan hingga Perdana Menteri saat itu, Lee Kwan Yew
senior turun tangan dan mengeluarkan dekrit tentang orang lansia di
Singapura.
Dikisahkan ada orang kaya raya di sana mantan
Pengusaha sukses yang mengundurkan diri dari dinia bisnis ketika
istrinya meninggal dunia. Jadilah ia single parent yang berusaha
membesarkan dan mendidik dengan baik anak laki-laki satu-satunya hingga
mampu mandiri dan menjadi seorang Sarjana.
Kemudian setelah
anak tunggalnya tersebut menikah, ia minta ijin kepada ayahnya untuk
tinggal bersama di Apartemen Ayahnya yang mewah dan besar. Dan ayahnya
pun dengan senang hati mengijinkan anak menantunya tinggal bersama-sama
dengannya. Terbayang dibenak orangtua tersebut bahwa apartemen nya yang
luas dan mewah tersebut tidak akan sepi, terlebih jika ia mempunya cucu.
Betapa bahagianya hati bapak tersebut bisa berkumpul dan membagi
kebahagiaan dengan anak dan menantunya.
Pada mulanya terjadi
komunikasi yang sangat baik antara Ayah-Anak-Menantu yang membuat
Ayahnya yang sangat mencintai anak tunggalnya itu tersebut tanpa
sedikitpun ragu-ragu mewariskankan seluruh harta kekayaan termasuk
apartment yang mereka tinggali, dibaliknamakan ke anaknya itu melalui
Notaris terkenal di sana.
Tahun-tahun berlalu, seperti biasa,
masalah klasik dalam rumah tangga, jika anak menantu tinggal seatap
dengan orang tua, entah sebab mengapa akhirnya pada suatu hari mereka
bertengkar hebat yang pada akhirnya, anaknya tega mengusir sang Ayah
keluar dari apartment mereka yang ia warisi dari Ayahnya.
Karena seluruh hartanya, Apartemen, Saham, Deposito, Emas dan uang tunai
sudah diberikan kepada anaknya, maka mulai hari itu dia menjadi
pengemis di Orchard Rd. Bayangkan, orang kaya mantan pebisnis yang cukup
terkenal di Singapura tersebut, tiba-tiba menjadi pengemis!
Suatu hari, tanpa disengaja melintas mantan teman bisnisnya dulu dan
memberikan sedekah, dia langsung mengenali si ayah ini dan menanyakan
kepadanya, apakah ia teman bisnisnya dulu. Tentu saja, si ayah malu
danmenjawab bukan, mungkin Anda salah orang, katanya. Akan tetapi
temannya curiga dan yakin, bahwa orang tua yang mengemis di Orchad Road
itu adalah temannya yang sudah beberapa lama tidak ada kabar beritanya.
Kemudian, temannya ini mengabarkan hal ini kepada teman-temannya yang
lain, dan mereka akhirnya bersama-sama mendatangi orang tersebut. Semua
mantan sahabat karibnya tersebut langsung yakin bahwa pengemis tua itu
adalah Mantan pebisnis kaya yang dulu mereka kenal.
Dihadapan
para sahabatnya, si ayah dengan menangis tersedu-sedu, menceritakan
semua kejadian yang sudah dialaminya. Maka, terjadilah kegemparan di
sana, karena semua orangtua di sana merasa sangat marah terhadap anak
yang sangat tidak bermoral itu.
Kegemparan berita tersebut akhirnya terdengar sampai ke telinga PM Lee Kwan Yew Senior.
PM Lee sangat marah dan langsung memanggil anak dan menantu durhaka
tersebut. Mereka dimaki-maki dan dimarahi habis-habisan oleh PM Lee dan
PM Lee mengatakan "Sungguh sangat memalukan bahwa di Singapura ada anak
durhaka seperti kalian" .
Lalu PM Lee memanggil sang Notaris
dan saat itu juga surat warisan itu dibatalkan demi hukum! Dan surat
warisan yang sudah baliknama ke atas nama anaknya tersebut disobek-sobek
oleh PM Lee. Sehingga semua harta milik yang sudah diwariskan tersebut
kembali ke atas nama Ayahnya, bahkan sejal saat itu anak menantu itu
dilarang masuk ke Apartment ayahnya.
Mr Lee Kwan Yew ini
ternyata terkenal sebagai orang yang sangat berbakti kepada orangtuanya
dan menghargai para lanjut usia (lansia). Sehingga, agar kejadian serupa
tidak terulang lagi, Mr Lee mengeluarkan Kebijakan / Dekrit yaitu
"Larangan kepada para orangtua untuk tidak mengwariskan harta bendanya
kepada siapapun sebelum mereka meninggal. Kemudian, agar para lansia itu
tetap dihormati dan dihargai hingga akhir hayatnya, maka dia buat
Kebijakan berupa Dekrit lagi, yaitu agar semua Perusahaan Negara dan
swasta di Singapura memberi pekerjaan kepada para lansia. Agar para
lansia ini tidak tergantung kepada anak menantunya dan mempunyai
penghasilan sendiri dan mereka sangat bangga bisa memberi angpao kepada
cucu-cucunya dari hasil keringat mereka sendiri selama 1 tahun bekerja.
Anda tidak perlu heran jika Anda pergi ke Toilet di Changi Airport,
Mall, Restaurant, Petugas cleaning service adalah para lansia. Jadi
selain para lansia itu juga bahagia karena di usia tua mereka masih bisa
bekerja, juga mereka bisa bersosialisasi dan sehat karena banyak
bergerak. Satu lagi sebagaimana di negeri maju lainnya, PM Lee juga
memberikan pendidikan sosial yang sangat bagus buat anak-anak dan remaja
di sana, bahwa pekerjaan membersihkan toilet, meja makan diresto dsbnya
itu bukan pekerjaan hina, sehingga anak-anak tsb dari kecil diajarkan
untuk tahu menghargai orang yang lebih tua, siapapun mereka dan apapun
profesinya.
Sebaliknya, Anak di sana dididik menjadi bijak dan
terus memelihara rasa hormat dan sayang kepada orangtuanya, apapun
kondisi orangtuanya.
Meskipun orangtua mereka sudah tidak
sanggup duduk atau berdiri,atau mungkin sudah selamanya terbaring diatas
tempat tidur, mereka harus tetap menghormatinya dengan cara merawatnya.
Mereka, warganegara Singapura seolah diingatkan oleh PM Lee agar selalu
mengenang saat mereka masih balita, orangtua merekalah yang
membersihkan tubuh mereka dari semua bentuk kotoran, juga yang memberi
makan dan kadang menyuapinya dengan tangan mereka sendiri, dan
menggendongnya kala mereka menangis meski dini hari dan merawatnya
ketika mereka sakit.
Hormatilah, Kasihilah, Sayangilah orang tuamu selama mereka masih ada di sisimu ...
kompas.com
Sabtu, 28 April 2012
Apakah Ketika Bersetubuh Dengan Istri Itu Ibadah...?
Islam telah menetapkan pengakuan bagi fitrah manusia dan dorongannya akan seksual, serta ditentangnya tindakan ekstrim yang condong menganggap hal itu kotor. Oleh karena itu, Islam melarang bagi orang yang hendak menghilangkan dan memfungsikannya dengan cara menentang orang yang berkehendak untuk selamanya menjadi bujang dan meninggalkan sunnah Nabi SAW, yaitu menikah.
Nabi SAW telah menyatakan sebagai berikut: “Aku lebih mengenal Allah daripada kamu dan aku lebih khusyuk, kepada Allah daripada kamu. Tetapi aku bangun malam, tidur, berpuasa, tidak berpuasa dan menikahi wanita. Maka barangsiapa yang tidak senang (mengakui) sunnahku, maka dia bukan termasuk golonganku.”
Islam telah menerangkan terhadap kedua pasangan setelah pernikahan, mengenai hubungannya dan masalah-masalah seksual. Bahkan mengerjakannya dianggap suatu ibadat.
Sebagaimana dikatakan Nabi SAW, “Di kemaluan kamu ada sedekah (pahala).” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah ketika kami bersetubuh dengan istri akan mendapat pahala?” Rasulullah SAW menjawab, “Ya. Andaikata bersetubuh pada tempat yang dilarang (diharamkan) itu berdosa. Begitu juga dilakukan pada tempat yang halal, pasti mendapat pahala. Kamu hanya menghitung hal-hal yang buruk saja, akan tetapi tidak menghitung hal-hal yang baik.”
Berdasarkan tabiat dan fitrah, biasanya pihak laki-laki yang lebih agresif, tidak memiliki kesabaran dan kurang dapat menahan diri. Sebaliknya wanita itu bersikap pemalu dan dapat menahan diri.
Karenanya diharuskan bagi wanita menerima dan menaati panggilan suami. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits, “Jika si istri dipanggil oleh suaminya karena perlu, maka supaya segera datang, walaupun dia sedang masak.” (HR Tirmidzi)
Nabi SAW menganjurkan supaya si istri jangan sampai menolak kehendak suaminya tanpa alasan, yang dapat menimbulkan kemarahan atau menyebabkannya menyimpang ke jalan yang tidak baik, atau membuatnya gelisah dan tegang.
Nabi SAW bersabda, “Jika suami mengajak tidur si istri lalu dia menolak, kemudian suaminya marah kepadanya, maka malaikat akan melaknat dia sampai pagi.” (Muttafaq Alaih).
Keadaan yang demikian itu jika dilakukan tanpa uzur dan alasan yang masuk akal, misalnya sakit, letih, berhalangan, atau hal-hal yang layak. Bagi suami, supaya menjaga hal itu, menerima alasan tersebut, dan sadar bahwa Allah SWT adalah Tuhan bagi hamba-hamba-Nya Yang Maha Pemberi Rezeki dan Hidayat, dengan menerima uzur hambaNya. Dan hendaknya hamba-Nya juga menerima uzur tersebut.
Selanjutnya, Islam telah melarang bagi seorang istri yang berpuasa sunnah tanpa seizin suaminya, karena baginya lebih diutamakan untuk memelihara haknya daripada mendapat pahala puasa. Nabi SAW bersabda, “Dilarang bagi si istri (puasa sunnah) sedangkan suaminya ada, kecuali dengan izinnya.” (Muttafaq Alaih)
Disamping dipeliharanya hak kaum laki-laki (suami) dalam Islam, tidak lupa hak wanita (istri) juga harus dipelihara dalam segala hal. Nabi SAW menyatakan kepada laki-laki (suami) yang terus-menerus puasa dan bangun malam. Beliau bersabda, “Sesungguhnya bagi jasadmu ada hak dan bagi keluargamu (istrimu) ada hak.”
Abu Hamid Al-Ghazali, ahli fiqih dan tasawuf, dalam kitab Ihya’ mengenai adab bersetubuh, berkata, “Disunnahkan memulainya dengan membaca basmalah dan berdoa, sebagaimana diajarkan Nabi SAW, “Ya Allah, jauhkanlah aku dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau berikan kepadaku.”
Al-Ghazali berkata, “Dalam suasana ini (akan bersetubuh) hendaknya didahului dengan kata-kata manis, bermesra-mesraan dan sebagainya. Dan menutup diri mereka dengan selimut, jangan telanjang menyerupai binatang. Sang suami harus memelihara suasana dan menyesuaikan diri, sehingga kedua pasangan sama-sama dapat menikmati dan merasa puas.”
Menurut Ibnul Qayyim, tujuan utama dari jimak (bersetubuh) itu adalah: 1) Dipeliharanya nasab (keturunan), sehingga mencapai jumlah yang ditetapkan menurut takdir Allah. 2) Mengeluarkan air yang dapat mengganggu kesehatan badan jika ditahan terus. 3) Mencapai maksud dan merasakan kenikmatan, sebagaimana kelak di surga.
Ditambah lagi mengenai manfaatnya, yaitu menundukkan pandangan, menahan nafsu, menguatkan jiwa dan agar tidak berbuat serong bagi kedua pasangan.
Nabi SAW bersabda, “Wahai para pemuda, barangsiapa yang mampu melaksanakan pernikahan, maka hendaknya menikah. Sesungguhnya hal itu menundukkan penglihatan dan memelihara kemaluan.”
Kemudian Ibnul Qayyim berkata, “Sebaiknya sebelum bersetubuh hendaknya diajak bersenda-gurau dan menciumnya, sebagaimana Rasulullah SAW melakukannya.”
Ini semua menunjukkan bahwa para ulama dalam usaha mencari jalan baik tidak bersifat konservatif. Bahkan tidak kalah kemajuannya daripada penemuan-penemuan atau pendapat masa kini.
Yang dapat disimpulkan di sini adalah bahwa sesungguhnya Islam telah mengenal hubungan seksual di antara kedua pasangan, suami-istri, yang telah diterangkan dalam Alquranul Karim pada surah Al-Baqarah, yang ada hubungannya dengan peraturan keluarga.
Firman Allah SWT: “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari puasa, bercampur dengan istri-istri kamu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasannya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu, Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah kamu, hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedangkan kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya…” (QS Al-Baqarah: 187).
Tidak ada kata yang lebih indah, serta lebih benar, mengenai hubungan antara suami-istri, kecuali yang telah disebutkan, yaitu: “Mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka.” (QS Al-Baqarah: 187)
Pada ayat lain juga diterangkan, yaitu: “Mereka bertanya kepadamu tentang haid, katakanlah: Haid itu adalah suatu kotoran. Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri. Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu dengan cara bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan takwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira bagi orang-orang yang beriman.” (QS Al-Baqarah: 222-223)
Maka, semua hadis yang menafsirkan bahwa dijauhinya yang disebut pada ayat di atas, hanya masalah persetubuhan saja. Selain itu, apa saja yang dapat dilakukan, tidak dilarang.
Pada ayat di atas disebutkan: “Maka, datangilah tanah tempat bercocok tanammu dengan cara bagaimanapun kamu kehendaki.” (QS Al-Baqarah: 223)
Tidak ada suatu perhatian yang melebihi daripada disebutnya masalah dan undang-undang atau peraturannya dalam Alquranul Karim secara langsung, sebagaimana diterangkan di atas. (cr01/RoL)
Sumber: Fatwa Qaradhawi
Selasa, 13 Maret 2012
ORANGTUA BATU atau ORANGTUA AIR
Pernahkah anda melihat batu?
Bagaimanakah bentuknya?
Bagaimanakah permukaannya?
Bagaimanakah kekerasannya?
Bagaimanakah ketahanannya terhadap erosi?
Yaa,,, batu mempunyai banyak bentuk. Dan rata-rata
permukaannya keras kecuali batu apung. Tetapi sekeras-kerasnya jika batu
tersebut terjatuh dan terbentur benda keras lainnya maka batu itu akan
terkikis dan jika sering terjatuh atau terbentur maka ia akan mengecil
juga.
Demikian juga jika batu tersebut ditetesi air terus
menerus maka lambat laun batu tersebut akan lubang juga. Walaupun
permukaannya sangat keras namun batu tidak memiliki kelenturan dan
sangat mudah tergores ataupun terkikis jika terbentur benda keras
lainnya.
Batu juga sulit memindahkan dirinya sendiri kecuali
ada energi sangat besar mendorongnya. Batu akan berpindah jika disapu
angin ribut ataupun air bah. Perpindahannya akan menimbulkan kesakitan
karena batu tersebut akan tercabut dari tempatnya semula dan jatuh
terbanting ke tempatnya yang baru. Ia akan terbentur-bentur dan terkikis
melewati proses perpindahannya.
Bagaimana dengan air? Air
sangatlah luwes dan lembut. Ia bisa menyesuaikan diri dengan berbagai
situasi. Tetapi di balik kelembutannya ia menyimpan tenaga yang sangat
besar. Ia bisa mengikis batu yang sangat keras dengan penuh kesabaran.
Ia bisa memindahkan batu sebesar apapun. Ia juga bisa berpindah dari
satu tempat ke tempat lain dengan sangat mudahnya. Ia bisa menyerap
panas ataupun dingin dengan sangat cepat. Ia mengalir kemanapun dengan
tanpa beban dengan sangat mudahnya.
Sebagai orangtua yang
mendidik anak dan diri sendiri, sifat manakah yang kita miliki? Apakah
kita memiliki sifat-sifat batu yang sangat keras dan sulit berubah
menyikapi kondisi sekitar? Ataukah kita memiliki sifat-sifat air yang
lemah lembut dan luwes namun mempunyai kekuatan yang sangat besar jika
diperlukan?
Orangtua yang memiliki sifat-sifat seperti batu,
kita sebut orangtua batu sangatlah keras dalam mendidik dan menyikapi
berbagai perilaku anaknya. Mereka berpikir dan melihat tingkah laku anak
dari kacamatanya sendiri. Akibatnya mereka mengalami kesulitan dan
tidak bisa menerima perbuatan anak-anaknya.
Orangtua batu
menjalani hidup dengan penuh ketegangan sehingga memiliki tingkat stress
yang tinggi. Mereka seringkali menyalahkan tindakan anaknya. Mereka
selalu meminta anaknya bersikap seperti apa yang diinginkannya. Mereka
selalu menuntut anaknya untuk berbuat sesuatu. Jika tidak mereka akan
marah dan menganggap anak-anaknya selalu tidak becus dan tidak
menurutinya.
Orangtua batu sering menyulitkan dirinya sendiri
dan anaknya. Jika ia diminta harus mengubah pendekatannya maka ia akan
menderita dan mengalami kesakitan. Perubahan adalah sesuatu yang membuat
orangtua batu mengerang dan menjerit. Secara mental ia sendiri akan
mengalami kesakitan luar biasa. Baginya perubahan adalah
ketidaknyamanan.
Akibat dari sikapnya yang keras seperti batu
ini maka tingkat stressnya sangat tinggi. Dan ini menyulitkan dirinya
sendiri dan anak-anaknya. Ketika anaknya berubah ke arah yang lebih baik
ia sendiri gagal mengubah dirinya untuk merespon perubahan anaknya. Dan
akhirnya anaknya yang tidak melihat perubahan dari respon orangtuanya
merasa frustrasi. Ujung-ujungnya si anak kembali ke sikap semula dan
bahkan tidak bisa respek pada orangtuanya. Dan ini memicu perselisihan
baru yang tidak akan ada penyelesaiannya. Orangtua mengatakan anak tidak
mau berubah tetapi si anak, yang telah berubah namun tidak mendapat
respon, mengatakan orangtua yang tidak mau berubah.
Orangtua
batu menjalani kehidupan rumah tangga dengan penuh kemarahan dan
tuntutan. Mereka tidak tahu kapan harus menggunakan kekuatannya. Jika ia
dipaksa berubah maka ia akan merasa hancur lebur. Orangtua batu
memiliki ego yang sangat besar tetapi negatif. Ego inilah yang akan
menghancurkan dirinya sendiri dan akhirnya anaknya.
Bagaimana
dengan orangtua air? Orangtua air memiliki keluwesan yang luar biasa
tetapi bukan berarti mudah dipermainkan. Orangtua air tahu kapan harus
menggunakan kekuatannya untuk mendisiplinkan anaknya. Mereka juga tahu
kapan harus mengubah diri menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi
dalam diri anaknya. Mereka cepat sekali merespon tindakan anak dan
menghargainya. Memuji dengan tulus perbuatan baik anak dan meminta maaf
ketika dirinya berbuat salah pada anak adalah hal yang mudah dan tidak
akan menghacurkan ego orangtua air.
Orangtua air adalah
orangtua yang mengerti dan menerima dirinya sendiri dengan baik. Mereka
memiliki harga diri yang sehat sehingga mampu memperlakukan anak-anaknya
dengan penuh respek. Akibatnya mereka juga menerima respek dari
anak-anaknya. Ketika anaknya berbuat di luar pengharapannya mereka tetap
respek pada pilihan anaknya. Kemudian akan mencari tahu dulu masalahnya
dan membantu anak untuk berubah.
Orangtua air mencintai
dirinya sendiri sehingga ia mampu memberikan cinta pada anak-anaknya.
Akibatnya anak-anaknya tumbuh dengan penuh kasih sayang dan merasa
nyaman dengan dirinya sendiri. Anak-anaknya tumbuh dengan percaya diri
dan harga diri yang sehat.
Orangtua air menjalani kehidupan
bersama anak-anaknya dengan penuh kegembiraan dalam suasana yang saling
menghargai. Mereka saling mendukung perubahan diri masing-masing. Mereka
sangat toleran dan sabar dalam menyikapi berbagai hal. Orangtua air dan
anaknya adalah pelaku tata tertib yang patuh namun fleksibel.
Bagaimana dengan kita sendiri? Termasuk dalam kategori manakah kita
dalam mendidik anak? Orangtua batu atau Orangtua air? Andalah yang bisa
secara jujur menjawabnya sendiri.
Semoga bermanfaat.
Kamis, 23 Februari 2012
Nasihat Kuno tapi TETAP Update di Jaman Sekarang.
Pengalaman adalah guru yang paling baik,demikianlah salah satu peribahasa yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari.
Perkenankan saya sharing pengalaman memotivasi anak untuk mencapai impian.
Ajaran dari orang tua kami sendiri sangat mempengaruhi cara kami untuk mendidik anak anak kami.Orang tua kami sering mengingatkan : "Kalian harus belajar yang rajin menuntut ilmu, karena dengan ilmu apa saja akan kalian dapat raih, Bapak tidak mewariskan harta, tapi ilmu."
Demikian yang selalu orang tua kami katakan kepada anak-anaknya, yang akhirnya kami pun sekarang sebagai orang tua menduplikasi apa yang oleh orang tua kami ajarkan kepada anak-anak kami. Alhamdulillah segala puji bagi Tuhan apa yang kami duplikasi dari orangtua kami, telah terlihat hasilnya, khususnya untuk pendidikan anak-anak kami. Empat dari enam anak-anak kami diterima kuliah di Perguruan Tinggi Negri, satu telah lulus dari ITB, satu lagi telah lulus dari UNPAD, dua masih kuliah di UNPAD. Satu masih di SMA kelas 2, satu lagi masih kelas 6 SD. Kami dikaruniai enam buah hati, tiga laki tiga perempuan. Anak pertama kembar (satu laki satu permpuan).
Ada beberapa tambahan motivasi yang selalu kami sampaikan kepada anak-anak kami : "Kalian jika sudah sampai kuliah, targetnya harus masuk Perguruan Tinggi negri. Karena anak Bapak 6 (enam), biaya kuliah sangat mahal jika kuliah di Perguruan Tinggi Swasta". Demikian motivasi kami kepada anak-anak agar dapat kuliah di PTN. Keinginan kami dikabulkan oleh Tuhan, saat ini tinggal 2 anak lagi yang kami targetkan masuk ke Perguruan Tinggi Negri.
Memotivasi kedua anak yang terakhir untuk diterima di Perguruan Tinggi Negri, kami lakukan dengan memintanya meneladan sikap kakak-kakaknya. “Kalian harus bisa ikut kakak untuk kuliah di Perguruan Tinggi Negri. Tidak ada yang sulit jika kalian mau", Demikian kata-kata kami kepada yang kecil.
Motivasi dan nasihat sangat penting bagi anak-anak jaman sekarang, situasi jaman sudah sangat berbeda dengan kami sewaktu masih menjadi pelajar. Dimana keadaan ekonomi saat itu sangat sulit sekali. Alih alih untuk melanjutkan sekolah, untuk keperluan makan saja orang tua sudah sangat berat. Perlu diketahui saat remaja, kondisi kami saat itu adalah saat saat pasca G 30 S/ PKI.
Untuk mendapatkan beras harus antri, uang sulit, berangkat ke sekolah tidak ada ongkos dan tidak uang jajan. Berbeda dengan anak-anak zaman sekarang yang relatif kecukupan untuk keperluan pokoknya, kecukupan untuk biaya sekolah. Jika tidak dimotivasi dengan cara yang tepat, bisa-bisa gagal dalam studi kendati biaya berlimpah.
Ada lagi satu motivasi yang sangat penting untuk disampaikan kepada anak, "Kalian akan dapatkan apapun yang kalian inginkan jika dimulai dengan keyakinan dan usaha yang sungguh-sungguh, dibantu dengan doa kepada Tuhan. Apapun yang kalian pikirkan (cita-citakan) akan terwujud.” Demikian motivasi kami kepada anak-anak, semoga kiranya keberhasilan orang tua dalam memotivasi anak beresonansi dengan kehendak Tuhan untuk menjadikan manusia wakilnya dimuka bumi untuk membawa kebaikan kepada seluruh alam.
Jadi pada intinya kami menekankan kepada anak-anak untuk menuntut ilmu sebaik-baiknya, sebab dengan berilmu, apapun bisa kita raih. "Berilmu satu tingkat diatas bersyukur. Bersyukur satu tingkat diatas bersabar. Terhadap kekurangan kita bersabar, terhadap kelebihan kita bersyukur. Untuk dapat bersyukur dan bersabar dengan baik diperlukan ilmu". Demikian kata bijak dari Farid Poniman, CEO STIFIn.
Jadi ilmu memang segala-galanya untuk mencapai apa yang kita ingin raih. "Camkanlah wahai anak-anakku"
Jumat, 06 Januari 2012
Sholawat Gus Dur di ulang tahun izzat yg ke-2
Syair sholawat
KH. Abdurrahman Wahid (Gusdur)
Astaghfirullah..robbal barooyaa
Astaghfirullah..minal hotooyaa
robii zidnii 'ilman naafi'aa
wawafiqnii amalan solikha..
Yarosulalloh salammun 'alaik
Yaarofi 'asaaniwaddaaroji
'atfatayaji rotall 'aalami
Yauhailaljuu diwaalkaromi
Yauhailaljuu diwaalkaromia
Ngawiti ingsun nglaras syingiran
Kelawan muji maring pengeran
Kang paring rohmat lan kanikmatan
Rino wengine tanpo pitungan
Rino wengine tanpo pitungan
Duh bolo konco priyo wanito
Ojo mung ngaji syariat bloko
Gur pinter ndongeng nulis lan moco
Tembe mburine bakal sangsoro
Tembe mburine bakal sangsoro
Akeh kang apal Quran Hadise
Seneng ngafirke marang liyane
Kafire dewe dak digatekke
Yen isih kotor ati akale
Yen isih kotor ati akale
Gampang kabujuk nafsu angkoro
Ing pepahese gebyareng dunyo
Iri lan meri sugieh tonggo
Mulo atine peteng lan nisto
Mulo atine peteng lan nisto
Ayuh sedulur jo nglaleake
Wajibe ngaji sa'pranatane
nggo ngandelake iman tauhide
Baguse sangu mulyo matine
Baguse sangu mulyo matine
Kang aran sholeh bagus atine
Kerono mapan sari ngelmune
Laku torikot lan ma'rifate
Ugo hakikot manjing rasane
Ugo hakikot manjing rasane
Al Quran Qodim wahyu minulyo
Tanpo tinulis iso diwoco
Iku wejangan guru waskito
Den tanjebake ing jero dodo
Den tanjebake ing jero dodo
Kumantil ati lan pikiran
Ngrasuk ing badan kabeh jeroan
Mu'jizat rosul dadi pedoman
Minongko dalan manjinge iman
Minongko dalan manjinge iman
Kelawan Alloh kang moho suci
Butuh rangkulan rino lan wengi
Ditirakati diriyadlohi
Dzikir lan suluk jog nganti lali
Dzikir lan suluk jog nganti lali
Uripe ayem rumongso aman
Dununge roso tondo yen iman
Sabar narimo nadjan pas-pasan
Kabeh dinakdir saking pengeran
Kabeh dinakdir saking pengeran
Kelawan konco dulur lan tonggo
kang podo rukun ojo gawe sio
Iku sunnaeh rosul kang mulyo
Nabi Muhammad panutan kito
Nabi Muhammad panutan kito
Alloh kang bakal ngangkat drajate
Senadjan asor toto dzohire
Ananging mulyo makom drajate
Ananging mulyo makom drajate
Lamon palastro ing pungkasane
Ora kesasar roh lan sukmane
Den gadang Alloh suwargo manggone
Utuh mayite ugo ulese
Utuh mayite ugo ulese
Yarosulalloh salammun 'alaik
Yaarofi 'assaaniwaddaaroji
'atfatayaji rotall 'aalami
Yauhailaljuu diwaalkaromi
Yauhailaljuu diwaalkaromi
''pien
Rabu, 04 Januari 2012
8 Sumber Pertengkaran dan Cara Mengatasinya
Uang, ketidakcocokan hingga hubungan seks bisa menjadi biang keladinya.
Pertengkaran kerap terjadi dan menjadi bumbu dalam sebuah hubungan. Hingga batas tertentu, berbeda pendapat dan berselisih dengan pasangan sangat wajar terjadi. Tahukah Anda, pertengkaran apa saja yang paling sering terjadi diantara pasangan? All Women Talk mengungkap, ada delapan pertengkaran yang umum terjadi dan cara menghadapinya.
1. Uang
Penyebab utama pertengkaran pasangan adalah masalah uang. Kekurangan penghasilan atau kebiasaan mengeluarkan uang kerap menjadi sumber ketegangan. Oleh karenya, bila telah menyentuh topik ini pastikan Anda berdua tak membiarkannya berlarut-larut, cari solusi yang disepakati bersama. Kecuali Anda ingin hubungan kalian terus memanas.
2. Cemburu
Ketegangan hubungan berikutnya bersumber dari sebuah fakta umum: rasa cemburu. Kekasih yang berhubungan dengan wanita lain sangat mungkin membuat pasangan cemburu, walaupun mereka hanya teman biasa. Sama halnya bila Anda berhubungan dengan seorang teman pria.
Setelah mengetahuinya, ingat untuk menjaga kecemburuan Anda agar tak berlebihan. Perlu diingat juga, jangan menyulut perasaan tak aman kekasih dengan terlalu dekat dengan teman pria.
3. Ketidakcocokan
Kadang-kadang, Anda bisa merasa sangat cocok dengan seseorang namun merasa tak menemukan kecocokan lagi di kemudian hari. Jika kalian memiliki hidup berseberangan, bisa jadi kalian berdua memiliki kepentingan maupun gaya hidup yang berbeda.
Saling berkomunikasi dan mencari titik tengah dari semua perbedaan ini dapat menyelamatkan hubungan. Namun, jika perbedaan kalian sudah terlalu banyak sehingga menimbulkan pertengkaran terus menerus, mungkin sudah saatnya mengevaluasi kelanjutan hubungan.
4. Prioritas
Jika menjalin hubungan, prioritas Anda berdua bisa sangat mirip satu sama lain. Jika Anda memprioritaskan keluarga, si dia kemungkinan besar memiliki prioritas serupa. Bila karier sesuatu yang penting Anda, itu juga harus penting bagi pasangan. Ini adalah hal penting yang perlu Anda ingat jika berpikir menjalin hubungan jangka panjang bersama seseorang.
5. Hubungan seks
Tak dapat dipungkiri, hubungan intim bisa menjadi sumber pertengkaran dalam banyak kisah cinta. Pasangan pria ingin berhubungan seks lebih banyak sementara wanita merasa tak hanya mengurusi hal ini. Jika mengalaminya, cobalah melihat lebih dalam, mungkin ada makna yang lebih dalam mengapa kalian berdua melewatkan untuk berhubungan seks lebih sering.
6. Masa Lalu
Kisah masa lalu dengan mantan kekasih biasanya pemicu pertengkaran yang sulit diredakan. Ingat, masa lalu adalah masa lalu, Anda tidak dapat mengubahnya dan itu juga telah berakhir. Jika Anda berdua berselisih, jangan mengaitkannya dengan masa lalu. Hindari pula pertengkaran akibat masa lalu.
7. Stres
Semua orang di dunia bisa merasa tertekan. Hari-hari yang buruk di tempat kerja atau mengurus rumah jangan sampai terbawa saat bersama pasangan. Pasangan adalah orang yang membuat Anda relaks, bukan sebaliknya.
8. Tempat kencan
Sumber pertengkaran lainnya yang kadang dialami adalah pilihan kencan yang Anda dan pasangan inginkan. Anda ingin keluar, namun dia sangat nyaman berada di rumah. Atau sebaliknya, dia ingin menghirup udara segar sedangkan Anda ingin menonton televisi berdua saja.
Bila mengalaminya, kompromi adalah jawaban yang adil. Anda juga tak ingin berkencan di luar sepanjang waktu atau hanya tinggal di rumah saja bukan? Sekali-sekali, lakukan kencan sesuai keinginan Anda dan pasangan secara bergantian.
Senin, 02 Januari 2012
Langganan:
Postingan (Atom)

